Waspada dengan pujian ...
Diceritakan ada seekor anak nyamuk
yang baru saja belajar terbang merasa kegirangan saat ia berhasil
terbang, "Aku hebat mah, tadi aku terbang dan manusia bertepuk tangan."
Sang Induk nyamuk berujar, "Awas Nak! Tepuk tangan mereka untuk
membunuhmu! Bukan untuk memujimu."
Faedah yang bisa kita petik
dari dongeng di atas adalah jangan mengira yang memujimu akan menjadikan
dirimu mulia. Justru terkadang yang memujimu, menjadikanmu binasa,
karena pujiannya tersebut menjadikanmu
lupa dan lengah yang berakibat engkau melambung dan pongah. Semoga Allah
menjadikan kepada kita semua hamba Allah yang tidak bangga dengan
pujian & tak berduka atas kritikan & hinaan. Aamiin. Semoga
bermanfaat.
Dikutip dari tulisan Derry Sulaiman.
Showing posts with label kata kata manis. Show all posts
Showing posts with label kata kata manis. Show all posts
Monday, 7 March 2016
Saturday, 5 March 2016
KUMPULAN KATA-KATA MUTIARA PROF DR AS-SAYYID MUHAMMAD BIN ALWI AL-MALIKI AL HASANI RA.
KUMPULAN KATA-KATA MUTIARA PROF DR AS-SAYYID MUHAMMAD BIN ALWI AL-MALIKI AL HASANI RA.
*.Selamanya aku tetap sebagai murid.
*.Selamanya pun engkau tetap menjadi murid.
*.Sampai sekarang aku tetap mencari orang yang mau mengajariku ilmu agama.
*.Jangan biarkan adat mengaturmu, tetapi kamu harus yang mengaturnya.
*.Kebanyakan urusanku telah terprogram dan terencana dengan rapi, tetapi aku tidak mau diatur oleh program itu.
*.Tujuanku berpenampilan bagus dan rapi, tiada lain kecuali untuk menghormati ilmu.
*.Aku merasa malu kepada Allah, jika tamuku keluar dari rumahku tanpa membawa apa-apa ditangannya, atau tanpa mencicipi suatu hidangan makanan.
*.Aku marah kepada murid yang tidak menghormati gurunya, meskipun sang guru adalah temannya sendiri.
*.Aku sangat marah kepada murid yang meremehkan dan tidak memperhatikan pelajarannya.
*.Aku marah kepada murid yang tidak sopan ketika membaca wirid, lebih-lebih ketika membaca A-Qur’an.
*.Aku tidak banyak melakukan puasa, shalat, atau membaca Al-Qur’an. Aku berharap semoga Allah menerimaku dengan selamatnya hati.
*.Aku tidak mempunyai banyak amal ibadah. Semoga Allah menerimaku berkat membantu orang lain.
*.Aku tidak pernah memberikan sesuatu kepada seseorang, lalu aku merasa bahwa pemberian itu pantas untuknya dan ia pantas menerima pemberianku.
*.Aku tidak pernah memberikan sesuatu kepada seseorang, lalu aku merasa telah memberinya banyak, tetapi aku merasakan sebaliknya.
*.Jika bukan aku dan para santri yang memuliakan ilmu, lalu siapa?!.
*.Aku adalah musuh orang-orang yang meremehkan para santri dan kaum yang lemah.
*.Aku tidak pernah merasa bosan untuk menyebarkan ilmu, walaupun kepada satu orang.
*.Aku tidak pernah merasa jemu untuk mengulang-ulangi ilmu dan kitab. Teladanku dalam hal ini adalah Ayahanda (As-Sayyid Alawi Al-Maliki).
*.Ilmu yang paling utama adalah yang diperoleh dengan cara belajar dan diilhami langsung dari Allah. Dan Alhamdulillah ilmuku diperoleh dari keduanya.
*.Tasbih tidak pernah lepas dari saku baju atau tasku.
*.Dalam perjalanan, Aku selalu berusaha untuk membawa kitab, demi mengikuti jejak ayahanda.
*.Jiwa, nafas, dan hartaku semua kupersembahkan untuk ilmu dan orang-orang yang berilmu.
*.Aku berharap kelak jika Alloh mencabut nyawaku, pada saat itu aku sedang bersama santri-santriku dan kitab-kitabku, dan aku dalam keadaan berpuasa.
*.Ilmu telah tercampur dengan darah dagingku.
*.Aku sangat menghormati orang yang datang kepadaku dari jauh demi menuntut ilmu.
*.Selamanya aku tetap sebagai murid.*.Selamanya pun engkau tetap menjadi murid.
*.Sampai sekarang aku tetap mencari orang yang mau mengajariku ilmu agama.
*.Jangan biarkan adat mengaturmu, tetapi kamu harus yang mengaturnya.
*.Kebanyakan urusanku telah terprogram dan terencana dengan rapi, tetapi aku tidak mau diatur oleh program itu.
*.Tujuanku berpenampilan bagus dan rapi, tiada lain kecuali untuk menghormati ilmu.
*.Aku merasa malu kepada Allah, jika tamuku keluar dari rumahku tanpa membawa apa-apa ditangannya, atau tanpa mencicipi suatu hidangan makanan.
*.Aku marah kepada murid yang tidak menghormati gurunya, meskipun sang guru adalah temannya sendiri.
*.Aku sangat marah kepada murid yang meremehkan dan tidak memperhatikan pelajarannya.
*.Aku marah kepada murid yang tidak sopan ketika membaca wirid, lebih-lebih ketika membaca A-Qur’an.
*.Aku tidak banyak melakukan puasa, shalat, atau membaca Al-Qur’an. Aku berharap semoga Allah menerimaku dengan selamatnya hati.
*.Aku tidak mempunyai banyak amal ibadah. Semoga Allah menerimaku berkat membantu orang lain.
*.Aku tidak pernah memberikan sesuatu kepada seseorang, lalu aku merasa bahwa pemberian itu pantas untuknya dan ia pantas menerima pemberianku.
*.Aku tidak pernah memberikan sesuatu kepada seseorang, lalu aku merasa telah memberinya banyak, tetapi aku merasakan sebaliknya.
*.Jika bukan aku dan para santri yang memuliakan ilmu, lalu siapa?!.
*.Aku adalah musuh orang-orang yang meremehkan para santri dan kaum yang lemah.
*.Aku tidak pernah merasa bosan untuk menyebarkan ilmu, walaupun kepada satu orang.
*.Aku tidak pernah merasa jemu untuk mengulang-ulangi ilmu dan kitab. Teladanku dalam hal ini adalah Ayahanda (As-Sayyid Alawi Al-Maliki).
*.Ilmu yang paling utama adalah yang diperoleh dengan cara belajar dan diilhami langsung dari Allah. Dan Alhamdulillah ilmuku diperoleh dari keduanya.
*.Tasbih tidak pernah lepas dari saku baju atau tasku.
*.Dalam perjalanan, Aku selalu berusaha untuk membawa kitab, demi mengikuti jejak ayahanda.
*.Jiwa, nafas, dan hartaku semua kupersembahkan untuk ilmu dan orang-orang yang berilmu.
*.Aku berharap kelak jika Alloh mencabut nyawaku, pada saat itu aku sedang bersama santri-santriku dan kitab-kitabku, dan aku dalam keadaan berpuasa.
*.Ilmu telah tercampur dengan darah dagingku.
*.Aku sangat menghormati orang yang datang kepadaku dari jauh demi menuntut ilmu.
Tuesday, 9 February 2016
rayuan ala nahwu shorof
Jika cinta itu Nahwu, maka, cintaku padamu akan jazm [mantab], sehingga
aku akan sukun [tenang] di sampingmu selamanya, seperti halnya i'rob
jazm yang salah satu alamatnya adalah sukun
Jika cinta itu I'lal, maka, aku akan menyembunyikan dan menutup mata terhadap semua kekurangan-kekurangan mu, seperti halnya binak Naqish yang meletakkan huruf 'Illat nya di belakang [Lam Fi'il]..
Jika cinta mu pd ku jazm yg alamatnya mnggunakn sukun maka jelas aq fi'il mudhore' yg shoheh akhirnya hihi...
Sayang cinta seperti fiil ada kalaya mabni tapi terkadang juga murob.. Seperti irob akan berubah diahirnya cinta tu irob kelihatnya baik, setelah masuk kedalam baru terlihat pait manis asam asin, nano2 lah. Tergantung amil yg masu menuntut dibaca rofa nasob jer jazem, dan tergantung tanda2 dari irobnya, ditambah /dikurangi
Jika cinta itu I'lal, maka, aku akan menyembunyikan dan menutup mata terhadap semua kekurangan-kekurangan mu, seperti halnya binak Naqish yang meletakkan huruf 'Illat nya di belakang [Lam Fi'il]..
Jika cinta mu pd ku jazm yg alamatnya mnggunakn sukun maka jelas aq fi'il mudhore' yg shoheh akhirnya hihi...
Sayang cinta seperti fiil ada kalaya mabni tapi terkadang juga murob.. Seperti irob akan berubah diahirnya cinta tu irob kelihatnya baik, setelah masuk kedalam baru terlihat pait manis asam asin, nano2 lah. Tergantung amil yg masu menuntut dibaca rofa nasob jer jazem, dan tergantung tanda2 dari irobnya, ditambah /dikurangi
Subscribe to:
Posts (Atom)
